Skip to content

Awasi anak menggunakan ponsel saat menyebrang

March 11, 2009
tags: , ,

awasi Anak menyebrang menggunakan ponsel

BANYAK orangtua mengandalkan ponsel untuk mengetahui keadaan anak-anak mereka dengan mudah. Namun, hasil sebuah kajian menemukan usia pra-remaja sering kali berbicara dengan ponsel saat mereka berjalan di jalan raya.
“Anak-anak sebaiknya dibimbing untuk segera mengakhiri percakapan lewat telepon sebelum mereka melangkah ke pinggiran jalan dan bersiap menyeberang,” kata David Schwebel, Wakil Dekan Fakultas Psikologi The University of Alabama, Birmingham, Inggris.
Sementara, hasil kajian yang dikutip dari MSNBC, Rabu (28 /1 /2009), menginformasikan anak- anak yang lebih tua dan lebih berpengalaman dalam menggunakan ponsel juga tidak mengecek kepadatan jalan dengan baik saat mereka menelepon. Sedangkan anak yang lebih muda cenderung bingung bagaimana memperlakukan alat tersebut.
“Anak-anak pada usia ini baru saja belajar untuk menyeberang jalan sendiri,” tambah Schwebel.
Kini, sepertiga dari 20 juta anak-anak usia 8 sampai 12 tahun di Amerika Serikat telah memiliki ponsel. Pantas jika para peneliti dari The University of Alabama mengingatkan, betapa pentingnya bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak tentang keselamatan menggunakan ponsel saat mereka berjalan di luar rumah.
Penelitian tersebut telah melakukan pengamatan terhadap 77 anak usia pra-remaja, di mana masing-masing mereka diminta menyeberang jalan pada sebuah simulasi atau contoh penyeberangan jalan berbentuk virtual. Mereka diminta untuk menjalani simulasi sebanyak 12 kali, di antaranya 6 kali sambil menelepon, sedangkan 6 kali lainnya tanpa ponsel. Saat berbincang menggunakan ponsel, anak-anak diminta menjawab beberapa pertanyaan, seperti apa acara televisi favoritnya atau apa yang dia lakukan saat bersenang- senang.
Lebih menolong ketimbang membahayakan
Selama penelitian diketahui, anak-anak yang berbicara lewat ponsel 43 persennya akan segera menutup ponsel. Peneliti pun mengamati apakah anak-anak menoleh ke kanan dan kiri untuk mengawasi keadaan jalan sebelum mereka menyeberang. Hasilnya, hanya sekira 20 persen di antara mereka melakukan hal tersebut, di saat sedang bercakap lewat ponsel. Hasil tersebut tidak berlaku untuk anak laki-laki dan perempuan.
Satu kelemahan dari kajian ini adalah mereka mengandalkan hasil pada sebuah alat simulasi virtual. Namun, Swhebel mengatakan, simulator tersebut telah diakui validitasnya pada beberapa percobaan lain di mana para peneliti juga telah membandingkan hasil virtual reality (VR) pada tes yang sama di dunia nyata.
Sudah sepatutnya para orangtua untuk memperingati anak-anak agar tidak berbicara dengan ponsel sebelum menyeberang jalan.
“Tidak berarti orangtua mengambil alih ponsel dari anak-anak. Saya menyarankan banyak keluarga untuk lebih mengawasi penggunaan ponsel. Ponsel lebih banyak keuntungannya daripada bahaya yang ditimbulkan, jika digunakan dengan cara yang aman,” tambah Schwebel.

Comments are closed.

%d bloggers like this: